Pages

Wednesday, June 23, 2010

SEMUA ARTIKEL PENTING DARI YOGYAPROPERTY

1. Tanah Jogja Masa Depan

Posted by admin on Jun 6th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Tanah Jogja

Wujud riil pengembang properti Jogja dari “kreasi dan inovasi” konsep properti ramah lingkungan adalah membangun dari materi yang diproses sangat ramah lingkungan. Batu bata, seng, kayu, papan, genteng, kaca, ubin, kusen, batu alam dan sebagainya diproses sedemikian rupa dari jalan-jalan yang dilegalkan oleh “rule” lingkungan Jogjakarta. Rumah itu, misalnya diterangi oleh listrik yang berasal dari energi matahari. Bohlam yng digunakan adalah bohlam yang sangat hemat energi. Kayu misalnya, diperoleh dari limbah kayu yang diolah dengan teknologi tinggi sehingga menjadi kayu yang kokoh, tahan rayap dan anehnya tetap elok dipandang. Meja dan ranjang dibuat dari serpihan kayu yang diolah melalui proses ramah lingkungan, hemat energi.

Di sejumlah negara, misalnya Amerika Serikat, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan negara-negara Skandinavia sudah tiba pada tahap menanam pohon di atas gedung dan atap rumah. Di sebagian jalan ring road Jogjakarta sudah mulai tampak taman yang indah.

Bahan properti atau upaya hemat energi tersebut memang membuat bahan yang digunakan menjadi sedikit lebih mahal, lebih kurang 10 persen dari total anggaran yang biasa digunakan kalau tidak ramah lingkungan. Akan tetapi kemahalan bahan itu, dan lebih banyaknya upaya yang diluncurkan, mestinya sirna karena ditutup oleh makna penyelamatan lingkungan. Inilah salah satu makna besar mengapa ramah lingkungan itu perlu komitmen kuat, tidak sekadar jargon-jargon. Semoga pengembang properti jogja konsisten menyusuri jalan-jalan ramah lingkungan menjadikan tanah jogja menjadi bermanfaat bagi masyarakat.

2. Membangun Pusat Belanja Inovatif di Tepi Kota Jogjakarta

Posted by admin on Jun 10th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Pusat Perbelanjaan

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki potensi dalam bidang jual-beli property atau perumahan karena Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata kuliner, daerah tujuan wisata utama di tanah air dan tujuan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu ada potensi besar bagi pebisnis pusat perbelanjaan di Jogjakarta.

Tidak ada kebiasaan produsen atau usahawan toserba Indonesia yang memberi diskon 40 persen, lalu masih ditambah diskon ekstra 10 persen. Eh, ternyata tak sampai di situ. Total diskon sebesar 50 persen tersebut masih “ditimpa” lagi dengan diskon bersahabat sebesar 25 persen. Total diskon mencapai 75 persen. Fantastis bukan?

Siapa usahawan Properti Yogyakarta yang mau melakukaannya? Ini memang pilihan yang sangat sulit. Memberi diskon sangat besar, akan membuat komoditas yang dilepas ke pasar laku keras. Siapa sih yang tidak ingin barangnya laris?

Masalahnya. memberi diskon kebesaran, akan membuat perusahaan berumur pendek. Namun kalau Amerika Serikat mampu melakukannya, mengapa Yogyakarta tidak? Bagaimana kalau dicari klunya, agar barang bagus bisa dijangkau dengan harga sangat murah.

Aspek lain yang perlu diperhatikan ialah para developer properti Yogyakarta sebaiknya melihat aspek ini sebagai peluang baru berkreasi, ide baru untuk berkarya lebih keren. Para pengembang properti Yogyakarta bisa membangun sentra belanja mirip Aurora di Chicago, atau semacam Potomac Mills di tepi kota Washington DC yang populer.

Para pengembang perumahan jogjakarta yang biasa membangun mal mungkin akan memperoleh pasar baru yang menarik. Pengembang properti Yogyakarta tinggal mencari usahawan yang bersedia berbisnis di sentra belanja.

Apabila pengembang properti Yogyakarta dapat melakukannya, pengembang properti Yogyakarta dapat membuat tepian kota Jogjakarta menjadi jauh lebih kinclong, atraktif dan memberi masyarakat ruang lebih luas untuk memperoleh komoditas barang yang lebih murah. Pengembang properti Yogyakarta berjasa mengurangi kemacetan dan polusi udara sedikit berkurang. Kota Jogjakarta pun akan memiliki daya tarik baru bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Hongkong, Kuala Lumpur, Singapura, dan Bangkok belum bisa melakukannya. Siapa tahu Jogjakarta dapat melakukannya, yang membuat kota ini, dan tepiannya, menjadi mendunia.

oleh Abun Sanda, Pemerhati Properti

3. Rumah Jogja Dengan Konsep Arsitektur Tropis

Posted by admin on Jun 11th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Arsitektur Tropis

Rumah Jogja dengan Konsep Arsitektur Tropis merupakan bangunan dengan perpaduan antara masa lalu yang diwakili oleh arsitektur tropis dengan menggunakan bahan-bahan alami dari Indonesia dan masa depan yang diwakili peralatan modern.

Unsur-unsur bangunan rumah jogja ini menghadirkan green-properti, seperti penggunaan kayu, penghematan energi dan daur ulang air kotor. Konsep ini memisahkan living room dan bedroom dengan taman berada di antaranya. Mereka menggunakan bahan-bahan material lokal yang alami dari Indonesia. Arsitektur ini dikenal oleh masyarakat internasional sebagai Tropical Asian Style Prinsip utama arsitektur tropis ini bertujuan menciptakan harmonisasi dalam rumah, ruang keluarga dan ruang tidur yang terpisah dan terbuka, dengan taman yang penuh tanaman dan pepohonan, dan kolam renang alami.

Bangunan rumah jogja ini dikendalikan oleh sistem rumah cerdas yang membantu meminimalisir penggunaan listrik agar penggunaan energi lebih efisien. Lantai rumah menggunakan bahan alami dengan tekstur yang indah. Sedangkan kamar mandi terbuat dari batu-batu alami setempat. Ruang tidur dibuat dengan dinding transparan sehingga penghuninya dapat merasakan langsung suasana alam di luarnya.

Sumber: R. Adhi


4. IMB Rumah Jogja Menengah Bawah

Posted by admin on Jun 19th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

IMB Rumah Jogja

Pemerintah daerah (kabupaten/kota) ikut membantu pembangunan rumah bagi masyarakat di antaranya dengan memberikan keringanan biaya perizinan,” harap Menpera Suharso Monoarfa. “Kalau bisa izin mendirikan bangunan (IMB) untuk rumah bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah dibebaskan saja,” ungkap Suharso. Suharso memaklumi keberatan Pemda karena harus kehilangan pendapatan dari pengurusan IMB, tetapi harus juga diingat potensi lain dari kehadiran penghuni baru juga cukup besar.

Mereka hadir akan memutar ekonomi kawasan sekitar, kemudian Pemda juga dapat memungut pajak daerah sesuai dengan aturan yang berlaku, serta masih ada potensi dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang menjadi jatah daerah. Suharso mengatakan, dukungan Pemda ini diharapkan untuk menekan harga apartemen yang ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah. Apalagi saat ini pemerintah menaikkan tarif dasar listrik meskipun masih tetap mempertahankan sistem subsidi.

Berkaitan dengan kenaikan listrik, Suharso mengatakan, pemerintah tetap komitmen untuk memberikan subsidi untuk golongan 900 watt ke bawah. Meskipun saat ini untuk golongan listrik 900 watt sudah ada yang pasang mesin pendingin (AC), seharusnya mereka masuk di golongan 2200 watt. “masyarakat harus menyadari beban anggaran begitu berat yang harus ditanggung pemerintah apabila TDL tidak dinaikkan. “Pilihan yang sulit tetapi harus tetap dilaksanakan,” jelas Menpera.
Sumber: Ksp


5. Kos-Kosan Jogja

Posted by admin on Jun 22nd, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

kos-kosan jogja

Kos-Kosan Jogja merupakan salah satu solusi bagi mahasiswa atau karyawan yang butuh tempat tinggal di Jogja. Bagi pengusaha properti jogja, ini merupakan pasar baru yang punya prospek. Namun itu juga tak lepas dari strategi pengembangan Daerah Istimewa Jogjakarta sebagai kota wisata dan pendidikan.

Kos-Kosan Jogja dapat dibangun pada lahan seluas 1 hektar untuk sebuah klaster dengan jumlah unit terbatas. Di samping beberapa kemudahan pusat perbelanjaan, Kos-Kosan Jogja juga dapat dilengkapi dengan Food Court serta lingkungan hijau untuk membuat para mahasiswa/karyawan kantor dapat berjalan kaki menuju ke area transportasi publik.

Pembangunan Kos-Kosan Jogja ini dapat terpisah dengan area publik sehingga keamanan para mahasiswa dan karyawan kantor bisa lebih terjaga karena mereka yang tinggal di klaster itu dilengkapi dengan smart card.

Para investor properti jogja maupun calon investor, Kos-Kosan merupakan aset properti yang tidak ternilai, karena harga sewa 1 unit kamar Kos-Kosan berkisar Rp. 400 – 800 ribu/bulan.
Jogjakarta memiliki infrastruktur, prasarana dan sarana kota yang berstandar nasional dan menjadi kota tujuan pendidikan dan orang yang datang untuk berbagai kepentingan, termasuk kepentingan bisnis dan pendidikan.

Sumber: berbagai sumber


6. Mengapa Harus Memilih Yogya Property?

Posted by admin on Jun 4th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Berhati Nyaman

Perkembangan pendidikan dan pariwisata di Jogja, memberikan efek kepada tingkat dan kemajemukan kehidupan di Jogja. Ini berimbas kepada perkembangan properti yang sejalan dengan perkembangan pendidikan dan pariwisata tersebut. Kebutuhan akan properti seperti tanah, rumah tinggal, ruko, kos-kosan, dan properti lainnya, menjadi kebutuhan yang utama untuk keberadaan anda di Jogja kota gudeg ini.

Memilih properti yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Hal ini dapat menyita waktu dan tenaga anda. Untuk menghemat waktu dan tenaga anda, kadang membutuhkan bantuan dari pihak yang profesional untuk membantu dalam hal konsultasi terhadap properti yang anda inginkan.

Yogya Property adalah perusahaan yang bergerak di bidang properti di Jogja. Selain itu Yogya Properti juga melayani di bidang jasa desain interior, konstruksi dan arsitektur bangunan. Kami mencoba untuk melayani anda dengan sebaik-baiknya, sehingga antara anda dan Yogya Property bisa terjalin sebuah hubungan yang saling menguntungkan antara anda dan kami.

Team Yogya Property


7. Kelestarian Tanah Jogja

Posted by admin on Jun 3rd, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Kelestarian Tanah Jogja

Tanah Jogja yang ramah lingkungan, dan usaha menyelamatkan tanah jogja tidak sekadar tanam banyak pohon. Itu hanya satu aspek dari puluhan aspek pokok yang mesti dipenuhi. Kalau tidak memiliki anggaran besar menyediakan listrik tenaga matahari, apabila bujet tidak cukup untuk mengolah limbah, pengembang properti jogja bisa melakukannya dengan jalan-jalan sangat sederhana, misalnya menampung air hujan, di bak-bak raksasa. Jangan biarkan air hujan mengalir langsung ke selokan mataram, lalu ke laut.

Mestinya ada upaya lebih untuk menampung 90 persen air hujan itu di bak-bak khusus. Air hujan tersebut kemudian bisa digunakan untuk sarana mandi-cuci-kakus (MCK) yang tentu sangat efektif dan bermanfaat. Jalan lain, membangun sumur resapan agar ketersediaan air tanah selalu memadai. Memang usaha ini sedikit menguras tenaga dan sedikit rupiah, tetapi jalan ini sangat legal, amat memberi manfaat untuk kelestarian alam, dan manusia di Jogjakarta.

Tema besar menyelamatkan tanah Jogja dengan jalan membangun proyek-proyek properti yang hijau dan ramah lingkungan. Ini tentu bukan tema baru, tetapi akan selalu “dibarukan” sebab tetap aktual dan menarik. Besar harapan kita pengembang property jogja menghasilkan jalan-jalan konkret untuk menyelamatkan tanah jogja.

Manusia di dunia sudah sangat tercengang menyaksikan akibat-akibat dashyat dari pemanasan global. Es di kutub dan di gunung mencair sangat cepat. Iklim di lima benua mulai berubah, suhu pun makin panas. Warga Jogja tentu mau diajak pengembang properti untuk sadar lingkungan. Untuk itulah pengembang properti jogja mesti memberi contoh konkret atas upaya penyelamatan lingkungan tanah jogja.


8. Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah

Larasita

Larasita adalah akronim Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah. Layanan ini mulai diujicobakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Karang Anyar, Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2006, dan diuji coba lebih lanjut di 13 kabupaten/kota pada tahun 2007, baik di Jawa maupun luar jawa untuk memudahkan pelayanan pertanahan dan sertipikasi tanah untuk masyarakat.

Program Larasita dijalankan oleh satuan tugas bermotor dari Kantor Pertanahan setempat untuk melaksanakan semua tugas kantor pertanahan dalam wilayah administratif Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, secara online dengan pemanfaatkan teknologi mutakhir di bidang pendaftaran tanah, dengan IT yang dihubungkan melalui satelit dengan memanfaatkan fasilitas internet.

Program ini sepenuhnya hasil karya nasional dan sepenuhnya menggunakan anggaran APBN BPN RI. Meski sepenuhnya program nasional, program ini telah memperoleh pengakuan Bank Dunia dalam memberikan akses masyarakat, terutama masyarakat pedesaan terhadap informasi dan pelayanan pertanahan.

Beberapa Negara, antara lain Pakistan, telah mengajukan permintaan untuk melakukan studi banding mengenai pelaksanaan Larasita, sementara konsultan dari Negara Spanyol (CIMSA) dan Swedia (IPSLA) yang melakukan kerjasama dengan BPN RI untuk kegiatan lain, telah meninjau secara langsung uji coba Larasita yang dilakukan di Kabupaten Karang Anyar pada tahun 2007.”

Sumber: Humas Badan Pertanahan Nasional



9. Pemecahan Sertifikat Tanah Jogja

Posted by admin on May 29th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Sertifikat tanah

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Pokok-Pokok Agraria (UUPA).
  2. Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
  3. Peraturan Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997.
  4. Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2002 Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional.
  5. Surat Edaran Kepala Badan Pertanahan Nasional No.600-1900 Tanggal 31 Juli 2003.

Persyaratan:

  1. Permohonan yang disertai alasan Pemisahan tersebut.
  2. Identitas diri pemohon dan atau kuasanya (fotocopy KTP).
  3. Sertipikat Hak Atas Tanah asli.
  4. Site Plan (Untuk Kawasan Pembangunan Perumahan).

Biaya dan Waktu

  1. Rp. 25.000,- dikalikan banyaknya sertipikat pemisahan yang diterbitkan.
  2. Waktu: 7 hari kerja = 1 bidang diluar waktu Pengukuran.
  3. 1 (satu) hari kerja = 8 (delapan) jam.

Sumber: Badan Pertanahan Nasional


10. Balik Nama Tanah Di Jogja

Posted by admin on May 21st, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2002
  4. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 3 Tahun 1997
  5. SE Kepala BPN Nomor 600-1900 tanggal 31 Juli 2003

Balik Nama

Persyaratan:

  1. Surat:
    1. Permohonan
    2. Kuasa otentik, jika permohonannya dikuasakan
  2. Fotocopy identitas diri pemegang hak, penerima hak dan atau kuasanya yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
  3. Sertipikat hak atas tanah
  4. Akta Jual Beli dari PPAT
  5. Identitas yang lama sesuai data di sertipikat
  6. Untuk badan hukum dibuktikan akta yang memuat adanya perubahan nama dengan pengesahan dari pejabat yang berwenang
  7. Untuk Perorangan yang keperdataannya tunduk pada hukum perdata dibuktikan dengan penetapan pengadilan
  8. Untuk perorangan yang keperdataannya tunduk pada hukum adat dibuktikan dengan surat pernyataan perubahan nama dari yang bersangkutan diketahui oleh Kepala Desa/Lurah dan Camat setempat
  9. Foto copy keputusan Pejabat yang berwenang untuk instansi pemerintah

Biaya dan Waktu

  1. Biaya: Rp. 25.000,- / Sertipikat
  2. Waktu: Paling lama 7 (tujuh) hari.

Sumber: Badan Pertanahan Nasional


11. Kinerja Property Kuartal I 2010

Posted by admin on May 16th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Potensi Property

Developer menyatakan kinerja property pada kuartal I tahun ini menggembirakan. Hal tersebut muncul seiring dengan Lembaga riset properti Chusman & Wakefield Indonesia yang mencatat bahwa proyek apartemen kelas atas laris manis selama kuartal pertama tahun ini.

Alvin, Marketing General Manager Agung Podomoro Group menyatakan: “Penjualan pada awal tahun ini memang sangat bagus.”

Head Corporate Communication PT Lippo Karawaci Tbk Danang Kemayan Jati menilai, konsumen apartemen grade A sudah paham tren investasi property. “Mereka sudah hafal harga apartemen akan terus naik. Jadi, minat untuk membeli apartemen juga terjaga,” katanya.

Dari total pasokan yang mencapai 75.000 unit, tingkat penjualan apartemen mencapai 94,1 persen. Angka tersebut naik tipis dibanding tingkat penyerapan di kuartal IV-2009 yang mencapai 94 persen. Dari jumlah 94,1 persen itu, penjualan kondominium kelas atas seharga di atas Rp 15 juta per meter persegi (m2) mencapai 65,1 persen. Porsi ini naik signifikan dari kuartal sebelumnya yang baru sebesar 58,1 persen.

Pasar perkantoran juga bergairah. Bahkan, kenaikan penjualannya mencapai 24 persen dari angka di kuartal IV-2009.

Oleh: Nadia Citra Surya (KONTAN)


12. Green Property I

Posted by admin on May 6th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Green property I

Property yang ramah lingkungan kini tidak sekadar kebutuhan manusia. Lebih dari itu, green property atau property yang ”hijau” dan hemat energi telah menjadi tren global yang mempercepat pergerakan roda industri property, sekaligus simbol kemajuan teknologi.

Maka tak mengherankan, eco-property menjadi perhatian utama dalam Kongres Dunia Ke-61 Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) di Bali tanggal 24-28 Mei 2010. Kongres yang bertajuk ”Save The World: Green Shoots for Sustainable Real Estate” merupakan titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan property dunia untuk berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang nyaman secara berkelanjutan.

Tunas-tunas kebangkitan bisnis property yang ramah lingkungan mulai berkembang di dunia pada era tahun 1990-an. Kriteria bangunan ramah lingkungan dimulai di Inggris tahun 1993 dan dipopulerkan oleh Amerika Serikat dengan Konsil Bangunan Hijau Amerika Serikat (USGBC) dengan menerbitkan sertifikasi Leadership in Energy and Environmental Design (LEED).

Upaya itu mulai diikuti developer property untuk menerapkan kerangka ekologi dalam perencanaan proyek property. Kecenderungan itu menguat seiring tren pasar property dunia yang menghendaki hunian ataupun gedung yang nyaman, ”hijau”, hemat energi. Penghematan energi diyakini dalam jangka panjang akan mengurangi eksploitasi terhadap sumber daya alam.

oleh BM Lukita Grahadyarini


13.Green Property II

Posted by admin on May 7th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Green Property II

Pingki Elka Pangestu, Ketua Panitia Kongres Federasi Real Estat Internasional Ke-61, mengatakan: ”Cepat atau lambat, property ramah lingkungan akan menjadi kebutuhan utama konsumen di perkotaan. Industri property memiliki peran penting dalam menciptakan bangunan yang ramah lingkungan.”

Property ramah lingkungan di antaranya tecermin dalam desain bangunan, kemampuan mengurangi eksploitasi sumber daya alam, emisi gas karbon, penghematan air dan listrik, serta penggunaan energi terbarukan.

Dalam tataran ideal, penerapan konsep property ramah lingkungan dimulai dengan pemilihan material bangunan. Pemakaian bahan bangunan yang ramah lingkungan dan hemat energi hingga kini masih terus dipelajari dengan mengeksplorasi kearifan lokal.

Penghematan energy

Konsep green-property yang kini banyak diaplikasikan di dunia adalah desain bangunan yang efisien dan menunjang penghematan energi. Misalnya, bentuk-bentuk gedung tinggi yang secara aerodinamis efisien, figur bangunan yang stabil terhadap tekanan angin, ataupun pemanfaatan filter untuk menyerap sinar matahari sehingga menghemat lampu dan pendingin ruangan.

Selain itu, operasional bangunan yang mendukung penghematan energi, di antaranya penerapan teknologi daur ulang (recycled), penggunaan kembali (reused), dan reinvestasi terhadap bahan baku yang sudah tidak bisa didaur ulang.

Developer green building di negara-negara maju juga didukung oleh penyusunan kriteria baku property ramah lingkungan. Di tingkat dunia, sudah terbentuk Konsil Bangunan Hijau Dunia (World Green Building Council/WGBC).

Bagaimana dengan Indonesia? Tren green-property belum marak menghinggapi ranah industri property di Tanah Air. Bahkan, belum ada ketentuan tentang kriteria bangunan ramah lingkungan serta rambu-rambu tata ruang daerah yang menopang developer permukiman dan perkantoran ramah lingkungan.

oleh BM Lukita Grahadyarini


14. Green Property III

Posted by admin on May 7th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Green property III

Minimnya paradigma green-property membuat developer property ramah lingkungan di Indonesia masih sebatas klaim developer. Jikapun sudah mulai, konsep itu cenderung diterjemahkan secara parsial ke fisik bangunan, yakni besaran ruang terbuka hijau, tinggi bangunan, dan garis sempadan.

Teguh Satria, Ketua Real Estat Indonesia, yang juga Penanggung Jawab Kongres Federasi Real Estat Internasional Dunia Ke-61, mengatakan:”Saat ini semakin banyak pembangunan property dengan konsep hijau dan mendapat respons positif dari masyarakat. Namun, paradigma konsep hijau masih berbeda-beda karena belum ada aturan yang jelas mengenai kriteria property ramah lingkungan.”

Memacu pembangunan

Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk Hiramsyah Thaib berpendapat, untuk memacu pembangunan berpaling ke alam (back to nature), kejelasan aturan oleh pemerintah mutlak diperlukan.

Aturan yang menunjang property ramah lingkungan mencakup tata ruang, standardisasi, pola insentif bagi developer proyek yang ramah lingkungan, maupun sanksi terhadap developer yang belum memperhatikan konsep pembangunan ramah lingkungan. Pola insentif dan sanksi tersebut sudah banyak diterapkan di negara maju.

Beberapa insentif yang diusulkan berupa keringanan biaya izin mendirikan bangunan (IMB) sebesar 30-50 persen bagi proyek ramah lingkungan. Selain itu, koefisien luas bangunan lebih tinggi sebagai kompensasi perluasan ruang terbuka hijau dan prioritas infrastruktur.

Hieramsyah, mengatakan: ”Dukungan pemerintah diperlukan mengingat pembangunan kota ramah lingkungan merupakan tanggung jawab moral bagi generasi mendatang.”

oleh BM Lukita Grahadyarini



15. Property Minimalis Masih Bersinar

Posted by admin on May 5th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Konsep “Green-Property”

Property Minimalis

Property minimalis masih akan mendominasi ke tren properti di masa depan sebab tren ini mendapat respons positif dari pasar. Teguh Satria, mengatakan: “Rumah dengan desain minimalis masih mendapat tempat di masyarakat.

Teguh menjelaskan, di samping desain arsitektur, para developer saat ini mulai memperhatikan unsur kepedulian terhadap lingkungan. “Kesadaran pada property hijau semakin tampak dari para developer. Mereka mulai bangga dengan menggunakan istilah green-Property.”

Teguh mengungkapkan, Real Estat Indonesia terus mendorong para developer meningkatkan pembangunan property ramah lingkungan. ” Real Estat Indonesia ke depan akan membuat peringkat bagi developer yang membangun hunian yang peduli lingkungan. Kami berharap developer semakin besar keinginan membangun green-property,” ujarnya.

Menurut Teguh, Untuk mewujudkan terciptanya hunian yang peduli terhadap lingkungan, pemerintah diharapkan berperan serta. “Misalnya pemerintah memberikan diskon Pajak bagi developer yang mendapatkan peringkat baik, membangun property yang memenuhi prinsip-prinsip green-property berkelanjutan.

Teguh Satria: Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI)


16. Mengenal Pejabat Pembuat Akta Tanah

Posted by admin on Mar 19th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Propertinya Orang Jogja

Pengertian PPAT dan Akta PPAT:

Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, menyebutkan:

1. PPAT adalah pejabat umum yang diberikan kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.
2. PPAT Sementara adalah pejabat Pemerintah yang ditunjuk karena jabatannya untuk melaksanakan tugas PPAT dengan membuat akta PPAT di daerah yang belum cukup terdapat PPAT (biasanya Camat sebagai Pejabat Sementara PPAT)
3. PPAT Khusus adalah pejabat Badan Pertanahan Nasional yang ditunjuk karena jabatannya utnuk melaksanakan tugas.
4. PPAT dengan membuat akta PPAT tertentu khusus dalam rangka pelaksanaan program atau tugas Pemerintah tertentu.

Akta PPAT adalah akta yang dibuat oleh PPAT sebagai bukti telah dilaksanakan perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau atas Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.

Daerah Kerja PPAT:

Daerah kerja PPAT diatur dalam Pasal 12 PP No.37/1998, sebagai berikut:

(1) Daerah kerja PPAT adalah satu wilayah kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.

(2) Daerah kerja PPAT Sementara dan PPAT Khusus meliputi wilayah kerjanya sebagai pejabat pemerintah yang menjadi dasar penunjukannya.

Tugas Pokok dan Kewenangan PPAT

Berdasarkan Pasal 2 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998:

Pejabat Pembuat Akta Tanah bertugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran tanah dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun, yang akan dijadikan dasar bagi pendaftaran perubahan data pendaftaran tanah yang diakibatkan oleh perbuatan hukum itu.

Berdasarkan pasal 2 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998, Perbuatan hukum yang dimaksudkan diatas adalah sebagai berikut:

  • jual beli;
  • tukar menukar;
  • hibah;
  • pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng);
  • pembagian hak bersama;
  • pemberian Hak Guna Bangunan / Hak Pakai atas tanah Hak Milik;
  • pemberian Hak Tanggungan;
  • pemberian kuasa membebankan Hak Tanggungan.

(berbagai sumber)




17. Pajak Jual Beli Rumah atau Tanah

Posted by admin on Mar 5th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Jual beli tanah atau rumah merupakan hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Akan tetapi, terkadang masyarakat awam tidak mengetahui secara detail perhitungan mengenai Pajak, baik Pajak Penjual maupun Pajak Pembeli, hanya langsung diserahkan ke PPAT-nya untuk dihitung berapa jumlah yang harus dibayar.

Apabila telah terjadi kesepakatan jual beli, kemudian penjual dan pembeli datang ke kantor PPAT untuk membuat Akta Jual Beli (AJB) Tanah atau Rumah, maka diwajibkan bagi Penjual maupun Pembeli untuk membayarkan Pajak sebelum penanda-tanganan AJB. Meskipun biasanya karyawan kantor PPAT yang membayarkan pajaknya, namun setidak-tidaknya masyarakat (Penjual atau Pembeli) mengetahui cara perhitungannya. Ada 2 macam Pajak:

1. PPh (Pajak Penghasilan)

PPh adalah pajak yang dikenakan kepada penjual. Besarnya 5% dari nilai total transaksi atau NJOP (mana yang tertinggi). Pengecualian pajak tersebut untuk property dengan nilai dibawah Rp 60 juta.

2. BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

BPHTB merupakan bea/pajak yang dikenakan kepada pembeli terhadap semua transaksi property, baik property baru ataupun property lama yang dibeli. Besarnya 5% dari nilai transaksi atau NJOP (mana yang tertinggi) setelah dikurangi dengan NJOPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Pengaturannya diatur dalam UU BPHTB (Bea Perolehan Tanah dan Bangunan) yang diatur dalam UU No. 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas UU No.21/1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Nilai NJOPTKP ini berbeda-beda untuk setiap daerah/kota. Sebagai contoh NJOPTKP di Kota Yogyakarta Rp 15 juta, sedangkan di Kabupaten Sleman sebesar Rp 10 juta.

Sebagai ilustrasi contoh: Sebidang tanah yang berada di wilayah Sleman dengan harga transaksi yang disepakati oleh Penjual dan Pembeli adalah Rp 400 juta. NJOPTKP untuk Kabupaten Sleman Rp 10 juta, dan NJOP yang tertera pada PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tanah tersebut adalah Rp 250 juta. Maka:

- PPh (Pajak Penjual) : 5% x Rp 400 juta = Rp 20 juta

- BPHTB (Pajak Pembeli) : 5% x (Rp 400 juta – Rp 10 juta) = Rp 19 juta

Biaya Pajak tersebut hanya untuk pembayaran Pajak saja, belum termasuk biaya administrasi Balik Nama pada Kantor Pertanahan setempat (sekitar 2 %) dan biaya PPAT (sekitar 1%).

(berbagai sumber)



18. Jual Beli Tanah

Posted by admin on Jan 31st, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Jual beli tanah merupakan transaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat sehingga seharusnya bukan hanya orang-orang yang bergerak di bidang hukum saja yang tahu mengenai hal ini, akan tetapi seluruh masyarakat yang telah dewasa mengetahuinya juga.

Jika antara penjual dan pembeli sudah sepakat untuk melakukan jual beli tanah, maka beberapa langkah yang harus ditempuh adalah :

1. Akta Jual Beli
Para Pihak harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) setempat (sesuai domisili tanah objek jual beli) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli tanah dimaksud. Sedangkan untuk daerah-daerah yang belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat, karena jabatannya, dapat melaksanakan tugas PPAT.

2. Persyaratan

a. Si Penjual membawa :
· Asli Sertifikat tanah yang akan dijual.
· Kartu Tanda Penduduk.
· Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan.
· Surat Persetujuan Suami/Isteri bagi yang sudah berkeluarga.
. NPWP (bagi nilai transaksi diatas 60 juta)

b. Si pembeli membawa :
· Kartu Tanda Penduduk.

. NPWP (bagi nilai transaksi diatas 60 juta)

3. Pembuatan Akta Jual Beli.

a. Persiapan Pembuatan Akta Jual Beli.

  1. Sebelum membuat akta Jual Beli Pejabat pembuat Akta Tanah melakukan pemeriksaan mengenai keaslian sertifikat ke kantor Pertanahan.
  2. Penjual harus membayar Pajak Penghasilan (PPh) apabila harga jual tanah di atas enam puluh juta rupiah di Bank atau Kantor Pos.
  3. Surat pernyataan dari penjual bahwa tanah yang dimiliki tidak dalam sengketa.
  4. PPAT dapat menolak pembuatan AJB apabila tanah yang akan dijual sedang dalam sengketa.

b. Pembuatan Akta Jual Beli

  1. Harus dihadiri oleh penjual dan calon pembeli atau orang yang diberi kuasa dengan surat kuasa tertulis, minimal dilegalisasi oleh Notaris.
  2. Dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua orang saksi (biasanya karyawan PPAT).
  3. Pejabat PPAT membacakan akta dan menjelaskan mengenai isi dan maksud pembuatan akta.
  4. Bila isi AJB telah disetujui oleh penjual dan pembeli maka AJB ditandatangani oleh Para Pihak, saksi-saksi dan Pejabat PPAT.
  5. AJB dibuat dua lembar asli, satu lembar disimpan di Kantor PPAT dan satu lembar lainnya disampaikan ke BPN untuk keperluan pendaftaran (balik nama).
  6. Kepada penjual dan pembeli masing-masing diberikan salinannya.

4. Setelah pembuatan Akta Jual Beli

  1. Setelah selesai pembuatan AJB, PPAT kemudian menyerahkan berkas tersebut ke Kantor Pertanahan untuk balik nama sertifikat.
  2. Penyerahan harus dilaksanakan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak ditandatanganinya AJB tersebut.

(Berbagai sumber)



19. Sudahkah Rumah Anda Tahan Gempa?

Posted by admin on Jan 24th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

fenomena Gempa Bumi

Gempa yang akhir-akhir ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia dari aceh, jogja, jawa barat, padang yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Karena gempa mengakibatkan korban harta maupun korban jiwa. Dan hampir semua korban harta dan korban jiwa disebabkan karena bangunan rumah yang roboh. Kemudian muncul konsep rumah tahan gempa. Sebenarnya Anda bisa mengetahui seberapa besar kemampuan rumah anda dari bahaya akibat gempa. Berikut ini kami sampaikan, insyaAllah dalam beberapa edisi kesalahan dalam bangunan yang Anda tempati. Harapannya dengan adanya artikel ini Anda bisa lebih waspada dan segera memperbaiki kesalahan dalam rumah Anda.

Pada prinsipnya ada beberapa kriteria rumah yang tahan gempa yaitu :

  1. Ringan

Beban gempa pada bangunan berasal dari berat bangunan yang terkena gerakan tanah akibat gempa bumi . Makin besar berat bangunan, maka beban gempa pada bangunan akan semakin besar pula. Perumpamaan sederhana untuk membahas ini adalah orang yang gemuk dan orang yang kurus. Bila kedua orang itu berdiri dan diberikan goncangan, maka bila keduanya sama-sama goyah yang lebih mudah kembali ke posisi semula adalah yang kurus. Walaupun pada gempa skala kecil, bangunan yang ringan akan mengalami goncangan yang lebih besar dibandingkan bangunan yang lebih berat. Akan tetapi bangunan yang berasal dari material yang berat (terutama beton) ketika terjadi gempa yang besar dan membuat runtuhnya bangunan akan beresiko lebih besar. Kemungkinan timbul koraban yang tertimpa reruntuhan lebih besar. Bangunan sebaiknya dibuat dari bahan-bahan yang ringan: misalnya rangka dan dinding dari kayu atau metal, rangka atap dari kayu dan penutup atap dari bahan ringan (seng/metal).

  1. Liat (daktail)

Struktur atau rangka bangunan harus bersifat liat (daktail) artinya dapat berubah (berdeformasi) bentuk tanpa mengalami kegagalan (pecah, patah, hancur). Pada umumnya material bangunan yang berasal dari metal (baja) dan kayu besifat liat, sedangkan beton bersifat getas. Rumah yang bersifat liat akan lebih aman karena bila terjadi keruntuhan bangunan tidak akan terjadi secara tiba-tiba. Artinya bangunan hanya akan meleyot saja, sehingga memberi kesempatan kepada penghuni untuk melarikan diri. Sedangkan bangunan dari beton yang bersifat getas bisa saja runtuh secara tiba-tiba.

Selain itu, keliatan bangunan juga sangat ditentukan pada sambungan antar komponen bangunan seperti pada pertemuan balok-kolom. Sambungan antar komponen bangunan harus kuat, sehingga menjamin komponen-komponen bangunan yang tersambung dapat mengerahkan kekuatan maksimumnya. Pada sambungan inilah titik terlemah dari bangunan, oleh karena itu sambungan pada bangunan harus dilakukan dengan benar.

  1. Stabil

Bangunan yang tidak stabil harus mampu menahan terguling (Roboh mulai dari fondasi, seperti pohon yang tercabut dari akarnya. Tidak sedikit bangunan yang terguling pada saat gempa, sebagai contohnya adalah sebuah hotel pada gempa Sumatera Barat. Untuk menahan guling ini sangat ditentukan pada kedalaman dan kekuatan fondasi bangunan.

Selain harus mampu menahan guling, bangunan harus mampu menahan puntir dan geser. Hal ini ditentukan pada mutu material bangunan. Untuk beton campurannya (semen,air dan pasir) harus sesuai, bila menggunakan metal harus yang benar-benar kuat. Bila menggunakan kayu harus yang bermutu (suren, jati dll) dan benar-benar baik (tidak berlubang-lubang karena hama)

  1. Denah rumah simetri

Sebuah rumah yang simetri akan lebih kuat menahan gempa dibandingkan yang tidak simetri. Oleh karena itu, denah bangunan hendaknya sederhana, simetris dan tidak mempunyai tonjolan.

Penempatan dinding-dinding penyekat dan lubang-lubang pintu dan jendela sedapat mungkin simetri terhadap sumbu-sumbu denah bangunan.





20. PENTINGNYA SERTIFIKAT TANAH

Posted by admin on Jan 18th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Pasca gempa bumi di Sumatera Barat dan Yogyakarta, tsunami di Pangandaran dan Aceh, kasus-kasus yang berkaitan dengan sengketa tanah mulai marak yang mengakibatkan hilangnya batas tanah, beralihnya status tanah, konflik kepemilikan tanah, juga hilang atau hancurnya bukti-bukti sah kepemilikan atas tanah.. Terkait hal tersebut di atas, permasalahan penting yang harus diketahui adalah: apa sebenarnya yang dimaksud dengan hak kepemilikan atas tanah? Dalam Pasal 9 ayat (2) UUPA disebutkan, tiap-tiap warga negara Indonesia, baik laki-laki maupun wanita mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh sesuatu hak atas tanah serta untuk mendapat manfaat dari hasilnya, baik bagi diri sendiri maupun keluarganya. Selanjutnya, dalam Pasal 20 ayat (1) dikatakan, Hak milik adalah hak turun temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah.

Bagaimana Hak Kepemilikan Tanah Dapat Beralih? Sesuai dengan Pasal 20 ayat (2) UUPA, hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain. Dalam Pasal 26 ayat (1) peralihan hak milik atas tanah lebih lanjut dijelaskan karena adanya: jual beli, penukaran, penghibahan, pemberian dengan wasiat, pemberian menurut adat, dan perbuatan- perbuatan lain yang dimaksud untuk memindahkan hak milik serta pengawasannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 42 ayat (5) PP 24/1997 tentang Pendaftaran Tanah, Hak kepemilikan tanah dan status tanah dapat hilang atau terhapus jika:

A. tanahnya jatuh kepada negara:

1. karena pencabutan hak berdasarkan Pasal 18 (digunakan untuk kepentingan umum dengan membayar ganti rugi)

2. karena penyerahan dengan sukarela oleh pemiliknya

3. karena ditelantarkan

4. karena ketentuan Pasal 21 ayat (3) (milik orang/asing setelah tahun 1960) dan Pasal 26 ayat (2) (jual beli, penukaran, penghibahan, pemberian dengan wasiat kepada orang asing)

B. tanahnya musnah (Pasal 27 UU No.5 Tahun 1960)

Tanah yang berasal dari tanah timbul atau hasil reklamasi di wilayah perairan pantai, pasang surut, rawa danau, dan bekas sungai dikuasai langsung oleh negara (Pasal 12 PP 16/2005). Tanah yang sudah dinyatakan sebagai tanah terlantar menjadi tanah yang dikuasai oleh negara (Pasal 15 ayat (1) PP 36/1998).

Dari paparan di atas, dapat diketahui apa-apa saja yang menyebabkan seseorang dapat disebut memiliki hak atas sebidang tanah, bagaimana cara memperolehnya baik secara hukum formal. Dan bagaimana pula terjadinya pengalihan hak atas suatu bidang tanah beserta penyebab terhapusnya hak kepemilikan seseorang atas tanah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, adalah penting untuk memiliki akta ketika terjadinya peralihan atas tanah. Hal ini karena masalah akan timbul ketika si pemilik tanah sudah mewariskan tanah itu kepada para ahli warisnya apalagi ketika para saksi sudah uzur atau sudah meninggal. Keadaan inilah yang mendasari betapa pentingnya keberadaan akta dalam peristiwa peralihan hak atas tanah. Bukti-bukti kepemilikan, baik itu berupa surat keterangan, akta atau surat perjanjian jual beli sampai sertifikat hak milik, adalah bukti untuk menandai kepemilikan yang sah, sesuai sistem hukum di Indonesia yang sangat mementingkan alat bukti, jika misalnya terjadi sengketa/kasus.

Dengan adanya akta atas kepemilikan tanah sangat membantu untuk kembali memproses keberadaan objek tanah tersebut. Jika tidak ada bukti kepemilikan yang sah, biasanya sangat menyulitkan ketika tanah tersebut akan diukur ulang atau ketika peta akan dibuat.

Lebih baik lagi, jika bukti kepemilikan tanah tidak hanya berupa surat keterangan, atau akta atau perjanjian jual beli. Apabila tiap-tiap peralihan hak atas tanah kemudian didaftarkan untuk dibuatkan sertifikat hak miliknya, maka jika terjadi bencana seperti gempa atau tsunami, akan mempermudah proses pengukuran ulang dan juga pembuatan bukti kepemilikan. Sertifikat hak milik biasanya dilampiri surat ukur, dimana akan dijelaskan tentang batas-batas tanah dengan jelas berikut gambar/posisi bidang tanah. Akta atau perjanjian jual beli atau surat keterangan tentang penguasaan fisik sebidang tanah biasanya hanya menyebutkan batas-batas tanah secara sederhana, sehingga ketika batas-batas tanah hilang, akan menyulitkan ketika dilakukan identifikasi untuk pengukuran ulang. Hal inilah yang dikhawatirkan dapat memicu sengketa. Oleh karena itu, sangat penting dan dianjurkan untuk segera membuat akta dalam tiap-tiap hal yang mengakibatkan terjadinya peralihan hak atas tanah. Akta tidak hanya sekedar berupa surat keterangan, atau akta jual beli tanah yang bersangkutan, tetapi sebaiknya disegerakan untuk didaftarkan pada BPN setempat guna mendapatkan sertifikat hak milik. Wallahu a’alam

(berbagai sumber)



21. Selamat Datang Di Yogya Property

Posted by admin on Oct 11th, 2009 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Bisnis property saat ini hingga ke depan memiliki prospek yang cukup tinngi untuk ditekuni, khususnya dikota-kota besar termasuk di dalamnya adalah Kota Yogyakarta. Saat ini bisnis property di Yogya dan sekitarnya mengalami kenaikan yang signifikan. Banyak sekali para investor dari dalam kota dan luar kota menginvestasikan uangnya dalam bentuk tanah dan bangunan di Yogya, hal ini dikarenakan karena bisnis property di Yogya sangat menguntungkan dan didukung dengan lingkungan yang aman dan tenang, setiap tahun harga tanah naik menurut survey permeternya rata-rata naik 20%-30% pertahun. Hal ini disebabkan karena tingkat ekonomi masyarakat Yogya yang menengah ke atas dan setiap tahun banyak sekali para pendatang yang datang untuk sekolah atau kerja di Yogya. Biasanya para investor selain tanah dan rumah tinggal mereka menginvestasikan dalam bentuk asset Ruko, Hotel, Perumahan, Rumah kos, Gedung Pertemuan, Arena bermain, dan Apartemen. Setelah asset bangunan terbentuk akan menjadikan penghasilan terus menerus tanpa harus bekerja lagi (pasive income).

Meningkatnya intensitas bisnis property saat ini memang menjadikan persaingan usaha dalam bidang ini menjadi sangat ketat. Maka dalam ketatnya persaingan tersebut diperlukan cara-cara inovasi pemasaran yang unggul dengan service memuaskan, dan menjunjung tinggi etika kejujuran bisnis dalam menjalankan usaha ini.

Alhamdulillah,

Hari ini kami dari team yogyapropety telah hadir untuk anda dan siap untuk menawarkan jasa penjualan dan pembelian Property meliputi tanah, rumah, ruko, perkantoran, dan lain-lain kepada anda dengan pemasaran yang unggul, service memuaskan, dan menjunjung tinggi etika kejujuran bisnis, dengan berprinsip anda puas maka kamipun puas.

Secara garis besar yogyapropety.com merupakan sebuah media Iklan Properti Online yang hadir untuk memfasilitasi baik pelaku bisnis maupun individu khususnya dalam bidang rumah atau properti yang ingin melakukan jual beli rumah, mencari rumah dijual atau memasang iklan rumah atau properti.

yogyaproperty.com juga menyediakan fasilitas untuk melakukan kegiatan antara lain: jual rumah, sewa rumah, beli rumah, cari rumah di jual, jual tanah, beli tanah, jual ruko/kios, beli ruko/kios, sewa kantor, jual apartemen, sewa apartemen dan semua yang berhubungan dengan rumah atau properti.

Pemasangan iklan di yogyapropety.com gratis, bebas komisi, dan berlaku sampai object property anda laku. Layanan gratis ini diberikan kepada siapa saja baik perorangan maupun perusahaan. Bagi anda yang berminat, silakan menghubungi kami, Klik disini.

Sedangkan bagi anda yang ingin membeli property, kami juga sudah memiliki beberapa produk yang siap dijual kepada anda. (Lihat Gallery Penjualan)

Tips & Tricks Memasang Iklan Rumah

  • Agar iklan rumah lebih menarik, sertakan foto rumah atau properti yang akan dijual, minimal 1 foto.
  • Buat judul iklan yang menarik, misalnya “Jual Rumah Lingkungan Nyaman”.
  • Tentukan harga jual rumah / properti Anda agar dapat dicari berdasarkan harga.
  • Tambahkan deskripsi iklan rumah / properti Anda secara lebih rinci pada isian Keterangan Lain.
  • Semakin detail informasi iklan rumah / properti Anda, semakin besar kemungkinan ditemukan.
  • Jika iklan rumah / properti yang Anda jual telah laku, edit iklan Anda dan tekan pada tombol “Terjual” agar tidak dihubungi oleh calon pembeli lainnya.



22. Warga Asing dan Properti Jogja

Posted by admin on Jun 15th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Property & Warga Asing

Properti di Indonesia bagi warga asing belum tentu diminati khususnya untuk unit apartemen di Indonesia meskipun peraturan kepemilikan jadi direvisi pemerintah. “Warga asing lebih suka menyewa hunian ketimbang harus membeli,” ujar pakar properti Tony Eddy dalam diskusi kepemilikan properti bagi asing di Jakarta.

Warga asing biasanya tidak mau repot mereka sudah disewakan unit apartemen lewat perusahaan tempatnya bekerja. “Mereka tidak mau mengambil resiko sudah titip duit kepada pengembang tetapi unit apartermen yang dijanjikan tidak kunjung selesai,” papar Tony. Tony menjelaskan, kalau di Singapura ada jaminan bagi masyarakat yang membeli apartemen bahwa uang tidak disetor ke pengembang seperti Indonesia tetapi ditempatkan direkening penampungan (escrow account). Sementara itu, pakar hukum properti, Erwin Kallo mengatakan, belajar dari properti di Singapura apartemen yang dijual hanya bangunannya saja berbeda dengan Indonesia yang melekatkan unsur tanah sebagai hak miliknya juga.

Erwin menjelaskan, dengan peraturan di Indonesia jelas tidak mungkin asing membeli properti karena semuanya menggunakan hak milik serta tidak mungkin menjual properti dengan sertifikat berbeda. “Kalau mengenakan hak milik untuk asing juga tidak dapat diterapkan karena bertabrakan dengan Undang-Undang Dasar yang menyebutkan ’bumi dan kekayaan di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk kemakmuran masyarakatnya.” Erwin mengusulkan, kalaupun ingin dibuat peraturan sebaiknya mengenai tata cara bagi warga asing yang akan membeli apartemen di Indonesia. Bagaimana dengan Jogjakarta sebagai salah satu kota tujuan wisatawan manca negara?

Sumber: ANT


23.Larasita

Posted by admin on May 30th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah

Larasita

Larasita adalah akronim Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah. Layanan ini mulai diujicobakan di Kantor Pertanahan Kabupaten Karang Anyar, Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2006, dan diuji coba lebih lanjut di 13 kabupaten/kota pada tahun 2007, baik di Jawa maupun luar jawa untuk memudahkan pelayanan pertanahan dan sertipikasi tanah untuk masyarakat.

Program Larasita dijalankan oleh satuan tugas bermotor dari Kantor Pertanahan setempat untuk melaksanakan semua tugas kantor pertanahan dalam wilayah administratif Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, secara online dengan pemanfaatkan teknologi mutakhir di bidang pendaftaran tanah, dengan IT yang dihubungkan melalui satelit dengan memanfaatkan fasilitas internet.

Program ini sepenuhnya hasil karya nasional dan sepenuhnya menggunakan anggaran APBN BPN RI. Meski sepenuhnya program nasional, program ini telah memperoleh pengakuan Bank Dunia dalam memberikan akses masyarakat, terutama masyarakat pedesaan terhadap informasi dan pelayanan pertanahan.

Beberapa Negara, antara lain Pakistan, telah mengajukan permintaan untuk melakukan studi banding mengenai pelaksanaan Larasita, sementara konsultan dari Negara Spanyol (CIMSA) dan Swedia (IPSLA) yang melakukan kerjasama dengan BPN RI untuk kegiatan lain, telah meninjau secara langsung uji coba Larasita yang dilakukan di Kabupaten Karang Anyar pada tahun 2007.”

Sumber: Humas Badan Pertanahan Nasional


24. Memprediksi Peluang Property (I)

Posted by admin on Apr 17th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Peluang Property

Seiring membaiknya perekonomian global dan domestik tahun ini, pebisnis sektor properti bisa kembali tersenyum. Beberapa faktor penunjang tampak kondusif membantu prestasi penjualan properti komersial kembali bersinar. Biaya pendanaan yang lebih murah tentu merupakan angin sejuk bagi pengusaha properti yang ingin mengembangkan sayap bisnisnya.

Naiknya kepercayaan
Prospek ekonomi dan industri yang cerah juga memperkuat ekspektasi pelaku usaha akan kinerja yang lebih baik. Hal ini tecermin pada naiknya Indeks Sentimen Bisnis (ISB) Danareksa Research Institute (DRI) hingga 12,9 persen, dari level 117,4 (Maret 2009) ke level 132,5 (Januari 2010).

Kenaikan ISB mengindikasikan pandangan CEO yang lebih optimistis terhadap kondisi industri dan bisnisnya. Optimisme ini akan mendorong mereka lebih inovatif dan berani memperluas bisnis hingga ke daerah.

Selanjutnya bisa diperkirakan, dampak perluasan usaha melalui pengembangan cabang-cabang baru akan menumbuhkan permintaan properti komersial, baik di pusat niaga maupun daerah.

Pada periode yang sama, ekspektasi CEO sektor real estat menunjukkan hal serupa, yang naik sebesar 31,7 persen, dari level 96,3 ke level 126,9.

Pandangan kembali bangkitnya bisnis properti juga didukung ekspektasi penjualan yang makin meningkat, yang terlihat pada Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP).

IEP memang sempat merosot pada tahun 2009, tetapi kembali menguat pada tahun 2010. IEP Januari 2010 bergerak ke level 138,9 atau naik 9,1 persen.

Naiknya penjualan tentu berpengaruh positif terhadap arus kas untuk kepentingan investor dan juga pemegang saham. Naiknya IEP dipercaya menjadi modal penting mendongkrak kinerja keuangan perusahaan, yang akan meningkatkan nilai perusahaan.

Di sisi lain, kepercayaan konsumen terhadap ekonomi juga penting dalam mengerek kinerja bisnis properti komersial. Rumah tangga yang optimistis terhadap arus pendapatannya pada masa datang cenderung tidak resisten meningkatkan belanjanya.

Handri Thiono, Economist Danareksa Research Institute



25. Memprediksi Peluang Property II

Posted by admin on Apr 21st, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Peluang Properti

Kondisi terkini menunjukkan bahwa kepercayaan rumah tangga terhadap ekonomi dan pendapatannya pada masa datang semakin meningkat, seperti yang terlihat pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) DRI. IKK DRI tumbuh kencang 3,9 persen, naik dari level 82,9 (Februari 2009) ke level 86,8 (Maret 2010).

Ketika keyakinan konsumen terhadap ekonomi meningkat (termasuk terhadap prospek ekonomi nasional dan lokal, peluang lapangan kerja, serta arus pendapatan), potensi sektor-sektor bisnis bergerak maju akan makin besar.

Kondisi ini tentu memicu naiknya permintaan properti komersial untuk lahan-lahan usaha baru. Pada saat itu ekspektasi profitabilitas dan likuiditas dari pengembangan properti komersial baru juga makin meningkat dan, ujungnya, nilai properti komersial mulai terdongkrak.

Selain itu, derasnya aliran pendapatan, yang didukung naiknya nilai properti, mendukung turunnya probabilitas gagal bayar para pengembang properti.

Selain itu, pada saat permintaan properti hunian tinggi, permintaan properti komersial juga cenderung menguat. Daya tarik ekonomi di kawasan hunian menyebabkan cabang-cabang usaha atau pusat niaga baru menjamur.

Di sisi lain, berkembangnya roda bisnis di kawasan perumahan memberikan nilai tambah yang membuatnya lebih diminati konsumen. Dukungan infrastruktur dan fasilitas niaga yang lengkap akan mengerek nilai investasi kawasan tersebut.

Diskusi di atas menunjukkan prospek bisnis properti komersial masih kinclong. Modal kuat dari menguatnya optimisme pebisnis dan konsumen, prospek tingginya permintaan hunian, dan tren turunnya bunga kredit menjadi tulang punggung sektor ini. Namun, hal tersebut tidak akan sukses tanpa dukungan kuat perbankan.

Selain tren penurunan suku bunga yang terus berlanjut, perbankan diharapkan membuka keran kreditnya lebih besar ke sektor real estat. Meski persepsi risiko di sektor ini masih tinggi, potensi naiknya nilai investasi yang memberikan keuntungan juga tidak dapat diremehkan.

Handri Thiono, Economist Danareksa Research Institute

26. Investasi Property (I)


Posted by admin on Apr 7th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Propertinya Orang Jogja

Untuk bisa sukses di investasi property, keterampilan merupakan hal yang harus di miliki dan keterampilan ini bisa di asah terus menerus hingga semakin hari semakin mahir:

Investasi pada dasarnya mencakup dua hal, yakni “mengeluarkan saat ini untuk mengharapkan keuntungan di saat mendatang” dan “mengeluarkan secara pasti untuk keuntungan yang belum pasti”.

Investasi property secara sederhana berarti mengeluarkan atau menanamkan modal dalam aset yang berbentuk rumah, tanah dan / atau bangunan di atasnya. Bentuk investasi lain selain property ialah : saham, deposito, emas, dinar, dirham dan lainnya.

Biasanya orang berinvestasi karena terdorong oleh harapan memperoleh keuntungan yang begitu tinggi. Setidaknya ada lima keuntungan dalam berinvestasi property, yakni:

1. 1. Apresiasi dari nilai tambah (karena sifatnya terbatas dan tidak bergerak).
2. 2. Nilai tambah dari pengembangannya (seperti dibuat bangunan komersial)
3. 3. Adanya pendapatan dari kegiatan operasi (disewakan).
4. 4. Merupakan agunan yang baik.
5. 5. Proteksi daya beli terhadap inflasi.

Di samping keuntungan-keuntungan di atas, investasi di bidang ini berpotensi pula dalam hal kerugian. Sedikitnya ada lima kerugiannya, seperti :

1. 1. Hancur apabila ada gempa bumi atau bencana.
2. 2. Adanya kendala waktu.
3. 3. Beban pengelolaan dan perawatan.
4. 4. Penyusutan / depresiasi bangunan.
5. 5. Kerumitan perizinan, kontrol pemerintah, seperti aturan perpajakan dan syarat-syarat perizinan.

property yang baik untuk investasi dapat pula dilihat dari 3 faktor: lokasi property, desain property, dan developer property.

Sumber : Profit Berlipat dengan Investasi Tanah dan Rumah (Budi Santoso) dan berbagai sumber


27. Investasi Property II


Posted by admin on Apr 12th, 2010 and filed under Artikel, tips, dan berita. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Investasi Property

Setiap property, dipilih dan direkomendasikan, didasarkan pada kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Dalam hal berinvestasi property, pada umumnya orang mempunyai dua tujuan berbeda.

1. Tujuan pertama, investasi yang dilakukannya hanya bersifat jangka pendek (short-term investment), dimana ia berinvestasi bertujuan untuk dijual kembali dalam waktu relatif singkat, seperti pembelian rumah, tanah, rumah toko (ruko) yang letaknya strategis kemudian dijual kembali kepada pihak lain.

2. Tujuan kedua, investasi yang dilakukannya bersifat jangka panjang (long-term investment), ditujukan untuk dimiliki dan atau disewakan, seperti hotel, villla, home stay, gedung perkantoran, supermarket dan minimarket. Disinilah faktor penonjolan diri pemiliknya tampak lebih dominan.

Namun apa pun tujuannya, banyak orang yang memandang investasi pada property lebih menarik dan lebih menguntungkan dibanding investasi di bidang lain. Hal ini dapat dimaklumi karena hampir semua orang beranggapan bahwa tidak ada sejarahnya, khususnya tanah dan rumah yang turun harganya. Setiap tahun dapat dipastikan harganya akan meningkat dan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Dalam ilmu bisnis property disebutkan pula bahwa yang menjadi pertimbangan dalam investasi property ada lima hal, yakni : income, depreciation, equity build-up, appreciation dan leverage, atau disingkat IDEAL. Penjelasannya:

1. Income adalah pendapatan dari hasil investasi property yang disewakan. Cara perhitungan sederhananya melalui prosentasi nilai sewa pertahun atas nilai property tersebut, dan pada tahun ke berapa modal investasinya akan kembali. Misalnya, nilai property Rp 300 juta dan disewakan per tahun Rp 20jt, jadi pada tahun ke-15 modalnya akan kembali.
2. Depreciation adalah pengalokasian biaya dari suatu aset property yang secara akuntansi menjadi unsur biaya. Biasanya ini banyak dilakukan pada badan usaha, dimana memasukkan biaya depresiasi sebagai biaya perusahaan, sementara aset property masih tetap mempunyai nilai ekonomis.
3. Equity build-up adalah nilai saham yang dimiliki atas sebuah property oleh investor yang bekerjasama dengan investor lain dan telah terjadi amortisasi dari modal pokoknya. Misalnya, ia membeli sebuah property senilai Rp 1 milyar dengan modal awal Rp 900 juta dan membayar uang muka Rp 100 juta. Setelah mengangsur selama jangka waktu tertentu, pelunasannya tinggal Rp 200 juta, dan dengan asumsi harga pasar belum naik, maka ia mendapat equity build-up senilai Rp 100juta.
4. Appreciation adalah peningkatan nilai suatu property. Misalnya, sebuah property yang dibeli pada tahun lalu seharga Rp 300 juta, dan tahun ini menjadi Rp 420 juta, berarti telah terjadi
5. appreciation sebesar Rp 120 juta dalam setahun. Istilah lainnya yang lebih terkenal adalah capital gain atau disingkat gain. Inilah yang menjadi alasan utama orang untuk melakukan investasi pada property.
6. Leverage adalah penggunaan dana investasi pihak lain guna meningkatkan keuntungan investasi property. Tidak banyak orang memperoleh leverage karena melibatkan pihak investor yang perlu mempelajari lebih rinci sebelum melakukan investasinya.

Sumber: Profit Berlipat dengan Investasi Tanah dan Rumah (Budi Santoso) dan Berbagai Sumber